Wednesday, December 01, 2010

Burung Jalak, Kebanggaan Bali yang Hampir Punah

Jambul yang berdiri menunjukkan kejantanan Jalak Bali. Photo copyright of Yunaidi Joepoet.

Lorong itu memanjang ke belakang sekitar 30-an meter. Kiri kanannya terdapat jendela bernomor 1 hingga 20 dengan ukuran 20 x 20 cm. Itulah rumah bagi burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dalam penangkarannya di Taman Nasional Bali Barat. Penampakannya yang elok dengan bulu putih disekujur tubuhnya, menjadi inceran utama para kolektor burung. Karena itu populasi mereka semakin mengecil hingga menjadi endemik yang dilindungi Undang-Undang.

Selasa, 5 Oktober 2010 Tim Bali bertamu ke sana ditemani seorang pemandu lokal. Perlahan membuka salah satu jendela rumah burung Jalak Bali, terlihat di dalamnya ruangan terbuka yang dibatasi kawat. Di tengah ruangan itu ada sebuah pohon, di mana burung itu bertengger. Masing-masing ruangan di isi oleh sepasang Jalak Bali, dengan harapan dapat berkembang biak. “Dalam setahun, mereka cuma berkembang biak 3 kali. Kalau di alam malah cuma 2 kali” jelas Pak Iwan sang pemandu sambil menirukan suara burung Jalak itu agar mendekat.

Diperlukan kesabaran untuk mengamati burung. Jangan berisik dan membuat kegaduhan. Pakaian pun jangan yang berwarna mencolok, sebab burung yang masih liar tidak terbiasa melihat warna yang terlalu mencolok, bisa terbang atau malah bersembunyi nanti.



(klik judul untuk baca lebih lengkap) 


Keelokan Jalak Bali terdapat pada bulu putihnya dan kulit biru di sekitar matanya. Jika mereka tertarik akan sesuatu atau sedang merasa ingin berkembang biak, bulu di leher dan kepalanya akan naik. Istilah ini disebut dengan bobbing, penunjukan kecantikan mereka pada lawan jenis.


Jam 9 pagi adalah waktunya makan. Pepaya dan pisang merupakan makanan mereka sehari-hari. Sesekali perlu juga diberi ulat Hongkong yang berprotein tinggi untuk gizi mereka. Tak heran jika ukuran burung Jalak dalam penangkaran lebih besar dibanding burung Jalak di alam bebas.


Jika sudah besar dan populasi semakin bertambah, 10 hingga 15 pasang Jalak Bali akan dikelompokkan dan dipindahkan ke tempat yang lebih besar. Mereka dipersiapkan untuk menjadi liar kembali hingga waktunya pelepasan ke alam bebas terjadi. Tidak ada kepastian kapan mereka akan dilepaskan, semua menunggu faktor persiapan dan keberhasilan perkembangbiakan mereka.


Hanya di Taman Nasional Bali Barat lah, habitat asli burung Jalak. Sebuah kebanggaan Indonesia yang pelestariannya menjadi tanggung jawab kita bersama.




Info:
Perlu izin untuk memasuki penangkaran Jalak Bali
Hubungi:
Balai Taman Nasional Bali Barat
Jl.Raya Cekik – Gilimanuk, Bali
Telp: (0365) 61060
Fax: (0365) 61479
Email: tnbb@telkom.net
Website: tnbalibarat.net


Text by: Dwi W Saptarini
Photo by: Yunaidi Joepoet

Baca cerita lengkap perjalanan 14 hari kami sebagai Petualang ACI 2010 di Bali http://aci.detik.com/profilgrup/20/BALI

1 comment:

vsint said...

JALAK BALINYA INDAH

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...